16 Oktober 2008

Persembahan Terakhir untuk Indonesia


Profil Muhammad Haerullah, S।Pd


MENJADI seorang atlet nasional di cabang olahraga anggar merupakan impian Muhammad Haerullah, S.Pd sejak kecil. Makanya, tak mengherankan bila lelaki kelahiran Wanci, Sultra, 12 Februari 1977 ini langsung terjun menekuni dunia anggar setelah menyelesaikan jenjang pendidikan SMA-nya. Hasilnya ternyata tidak sia-sia. Cabang olahraga tersebut membawanya melanglang ke berbagai daerah dan negara, sekaligus melambungkan namanya.


Berbagai prestasi yang ditorehkannya itu tidak diraihnya dengan mudah, melainkan dilalui dengan perjuangan yang melelahkan dan kerja keras, di samping adanya dukungan dari keluarga, terutama istri, serta kerabat lainnya.


Prestasinya paling akhir yang berhasil ia ukir adalah mempersembahkan medali emas untuk Sulsel pada PON XVII di Kalimantan Timur, Juli lalu.


‘’Saya berusaha sekuat tenaga dengan lebih disiplin latihan, dan tak lupa berdoa kepada Allah Swt. Alhamdulillah, cita-cita untuk merebut medali emas pada PON XVII di Kalimantan Timur untuk Sulawesi-Selatan akhirnya berhasil kita persembahkan. Tetapi, sekali lagi, kita tidak boleh terlalu berbangga sebab segala sesuatunya datangnya dari Allah Swt, sehingga yang terpenting adalah harus lebih banyak mensyukurinya,’’ jelas Haerullah.


Peraih medali emas Kejurnas di Bandung tahun 2002 dan Kejurnas di Jakarta tahun 2005-2006 ini tak merasa bosan untuk terus berprestasi. Target berikutnya yang menjadi obsesinya sebelum pensiun, adalah memberikan kenangan terindah dan terakhir bagi Indonesia, berupa persembahan medali emas pada Sea Games 2011 nanti saat Indonesia menjadi tuan rumah.


‘’Target yang terpenting buat saya setelah meraih medali emas pada PON XVII di Kaltim baru-baru ini adalah memikirkan sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya untuk Sea Games 2011 nanti. Karena, mungkin inilah persembahan yang ingin aku berikan sebelum pensiun dan menjadi pelatih,’’ paparnya.


Sebelum turun bertanding di ajang resmi, Haerullah ternyata memiliki kebiasaan membaca Alqur’an. Mungkin, itulah rahasia tambahan di balik sukses sosok buah hati La Ila dan Wa Diri ini, sehingga ia terampil memainkan anggar dan menorehkan prestasi demi prestasi.


‘’Segala sesuatunya telah kita lakukan, yakni latihan strategi, teknik, fisik, dan mental. Tetapi, bagi saya, membaca Alqur’an pada malam hari sebelum bertanding juga sangat memberi makna lantaran hati dan jiwa ini menjadi tenang,’’tuturnya.


Meskipun tidak mengikuti pemusatan latihan, namun Haerullah senantiasa menjaga kondisi fisiknya. Hal itu dilakukannya dengan berolahraga jogging secara rutin, minimal dua kali seminggu. Menjelang kejuaraan, barulah ia menambah intensitas latihannya.


Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM) yang hobi naik sepeda gunung ini menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam latihan serta menempatkan diri secara low profile di tengah masyarakat.


‘’Disiplin itu perlu dan inilah yang saya tunjukkan kepada adik-adik yang masih yunior di anggar. Selebihnya kita terapkan sikap merendah sekaligus menjadi panutan bagi mereka,’’ ujar atlet yang menempati peringkat 78 di kejuaraan dunia anggar di St Petersburg, Rusia, ini.


Paling Berkesan


Pengalaman paling berkesan yang dialami dan dirasakan Haerullah selama menjadi atlet anggar nasional adalah ketika meraih medali emas pada event SEAF Brunei Darussalam tahun 2005.


‘’Ketika berhasil merebut medali emas di nomor perorangan senjata degen putera, bapak E.C.W Nelou selaku Direktur Utama Bank Mandiri memeluk saya dengan berderai airmata. Itulah pengalaman paling berharga yang tidak bisa saya lupakan sepanjang karier saya selama menggeluti cabang olahraga anggar,’’ungkapnya.


Suami dari Irmawati yang kini telah dikaruniai seorang puteri bernama Faizura Izzul Haq ini mengakui, berbagai prestasi yang diraihnya selama ini tidak bisa dipisahkan dari lembaga tempatnya mengabdi, Bank Mandiri Makassar. Khususnya dukungan dan motivasi dari Kakanwil X Bank Mandiri Makassar, Agus Fuad, serta Manajer RCO Makassar, Nur Iwan Soeyanto.


‘’Jujur harus diakui bahwa Bank Mandiri sebagai tempat saya bekerja telah banyak memberikan andil yang sangat berarti, dalam hal ini Pak Agus Fuad dan Pak Nur Iwan Soeyanto. Sebab tanpa izin beliau, tentu saja mustahil kita dapat menjalani latihan sebagaimana mestinya,’’ terangnya.


Haerullah juga mengaku banyak menerima saran dan masukan dari rekan-rekan kerjanya di Bank Mandiri sehingga berbagai kendala dapat diatasinya dengan baik sebelum mengikuti pertandingan resmi.


Menurut atlet yang akrab disapa Ulla’ ini, mengikuti pemusatan latihan selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan sebagai persiapan untuk mengikuti sebuah event, tidak bisa berjalan mulus tanpa support dari lembaga tempatnya bekerja. Karena itu, ia pun mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Bank Mandiri atas segala dukungannya selama ini. (wahyudin)


Biodata

Nama : Muhammad Haerullah, S Pd

TTL : Wanci, 12 Februari 1977

Agama : Islam

Ibu : Wa Diri

Bapak : La Ila

Istri : Irmawati

Anak : Faizura Izzul Haq

Alamat : Jl. Maccini Raya No.39 C/ HP.081355161048

Saudara : Anak ke-4 dari 5 Bersaudara

Hobi : Naik Sepeda Gunung

Makanan Favorit : Sayuran

Atlet Favorit : Harry Jost (Pelatih)

Spesialis : Senjata Degen Putera

Prestasi :

· Perunggu Kejurnas 2001, Jakarta (perorangan)

· Emas Kejurnas 2002, Bandung (perorangan)

· Perunggu Sea Games 2003, Vietnam (perorangan)

· Perunggu Sea Games 2005, Philipina (perorangan)

· Emas SEAF 2005, Brunai Darussalam (perorangan)

· Emas SEAF 2005, Brunai Darussalam (beregu)

· Emas Kejurnas 2005, Jakarta

· Emas Kejurnas 2006, Jakarta

· Perak Singapura Open 2005, Singapura

· Ranking 88 Kejuaraan Dunia di Italia

· Ranking 78 Kejuaraan Dunia di ST. Petersburg, Rusia

· Ranking 6 Asia Fencing Championship 2007

· Perak PON XVII Kalimantan Timur 2008 (beregu)

· Emas PON XVII Kalimantan Timur 2008 (perorangan).

Tidak ada komentar: